KESEHATAN MENTAL REMAJA: STUDI KUALITATIF PADA KORBAN BROKEN HOME

Penulis

  • Nur Laila Khoirunisa UIN Palangka Raya
  • Nor Fatmah UIN Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.53888/muhafadzah.v6i2.1049

Abstrak

Fenomena broken home yang semakin meningkat menjadi permasalahan serius karena berdampak pada kondisi mental remaja yang berada pada fase rentan dalam perkembangan psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi gangguan mental pada remaja korban broken home, faktor penyebabnya, serta peran Bimbingan dan Konseling Islam dalam penanganannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua subjek remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami gangguan emosional seperti kecemasan, kesedihan, dan rendah diri, serta hambatan dalam aspek sosial dan pendidikan. Perbedaan kondisi dipengaruhi oleh pola pengasuhan, lingkungan, dan dukungan sosial yang diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut termasuk dalam perspektif patologi sosial akibat disorganisasi keluarga yang memengaruhi perkembangan remaja secara menyeluruh. Oleh karena itu, Bimbingan dan Konseling Islam melalui pendekatan sholat dapat menjadi solusi efektif dalam membantu remaja mencapai ketenangan batin, meningkatkan kontrol diri, serta memperkuat aspek spiritual sehingga mampu menghadapi permasalahan secara lebih adaptif. Kata kunci: broken home, remaja, gangguan mental, patologi sosial, bimbingan dan konseling Islam, sholat.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Khoirunisa, N. L., & Fatmah, N. (2026). KESEHATAN MENTAL REMAJA: STUDI KUALITATIF PADA KORBAN BROKEN HOME. MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling Islam, 6(2), 48-56. https://doi.org/10.53888/muhafadzah.v6i2.1049
Abstract Views: 2 | File Views: 1